Bersiap Mengentaskan Kemiskinan, Bagaimana Caranya?

 

Fokus Kerja Kabinet SBY Pasca Reshuffle
Ada selentingan kabar, bahwa program pengentasan kemiskinan, akan menjadi program andalan sekaligus merupakan fokus kerja dari kabinet SBY pasca reshuffle. Inilah yang akan menjadi fokus kerja para menteri yang terkait bidang EKUIN. Dimana sedikitnya ada 7 departemen yang akan terlibat dalam program tersebut.
Pencanangan program yang terkesan mendadak ini, sebenarnya telah direncanakan sejak awal pemerintahan SBY. Namun rupanya pendekatan implementasinya di lapangan, masih jauh dari ideal. Seperti program BLT, yang hanya terkesan bagi-bagi uang yang sifatnya hanya konsumtif semata. Sehingga kelompok sasaran, menjadikan dana yang diterimanya sebagai rejeki nomplok, yang serta merta langsung mereka belanjakan. "Lumayan, sekali-kali makan daging," atau "Wah, bisa beli baju baru nih." Ungkapan ini dibuktikan dengan penuhnya pasar-pasar tradisional, pada saat hari pembagian BLT atau keesokan harinya. Jadi jangankan bertahan sampai 3 bulan. Bertahan seminggupun tidak, karena konsumtif itulah visi yang dipahami oleh masyarakat.
Program Raskin, yang direncanakan akan menjual beras sebanyak 20 kg/KK, namun sampai di masyarakat jatahnya terus menyusut, hingga hanya 2 kg/KK.
Tentu dilihat dari efektivitasnya, kedua program tersebut tidak bermakna sama sekali bagi masyarakat. Karena hanya sekedar menghamburkan dana negara, agar memberi kesan bahwa pemerintahan SBY-JK ini memihak ‘wong cilik'

Bagaimana Mendesain Program Pengentasan Kemiskinan?
Mendesain sebuah program pengentasan kemiskinan, tentu tidak hanya membutuhkan data berapa jumlah orang miskin yang dilengkapi dengan berapa alokasi dana yang tersedia. Data tersebut haruslah menyeluruh, menyangkut spesifikasi sumber daya alam wilayah yang akan diaplikasikan. Ini tentu membutuhkan lebih banyak data yang bukan hanya data versi BPS. Namun data primer lapangan yang bisa mengarahkan program tersebut pada aplikasi lapangannya kelak. Sehingga -misalnya-program kemiskinan untuk satu kecamatan, tentu berbeda dengan kecamatan lainnya. Ada satu kecamatan yang basisnya pertanian padi. Mungkin kecamatan sebelahnya bisa melengkapi dengan peternakan sapi potong misalnya.
Program pengentasan kemiskinan yang sifatnya spesifik lokal tersebut, bila implementasinya dilaksanakan secara susteinable (berkelanjutan), dari hulu sampai hilir. Tidak hanya sektoral ataupun hanya bersifat ‘onfarm' saja. Maka hasil akhirnya adalah komoditi unggulan lokal.
Ketika mendesain program tersebut, Pemerintah Daerah tidak mungkin hanya sendirian, mereka tentu memerlukan pihak-pihak lain untuk ikut ‘urun rembug'. Bisa tokoh masyarakat, LSM, organisasi kepemudaan dll yang kita sebut sebagai "Community Organization" bisa ikut andil menyempurnakan desain program tersebut. Karena mereka juga kelak akan menjadi pelaku-pelaku dalam mengimplemetasikan program tersebut di lapangan.
Ya, memang sudah saat masyarakat kita -yang selama ini hanya menjadi penonton-bisa dilibatkan secara aktif untuk menjadi pemainnya. Di jaman transparansi seperti ini, sudah selayaknya Pemerintah daerah, khususnya di tingkat implementasi seperti wilayah desa, kecamatan bahkan bila memungkinkan sampai ditingkat kabupaten, bisa ‘legowo' mengajak serta masyarakat dari berbagai elemen untuk ikut berpartisipasi aktif mendesain berbagai program kemiskinan dari dan untuk masyarakat.
Perguruan tinggi dan balai-balai penelitian pun bisa dilibatkan dalam memberi inovasi teknologi tepat guna dalam desain program tersebut. Sehingga, proses implementasi program pengentasan kemiskinan ini bisa menjadi ideal. Dimana seluruh elemen masyarakat, terlibat secara aktif dalam mensukseskannya. Mungkinkah?

Perlu Adanya Model Program Pengentasan Kemiskinan
Sesuatu yang ideal biasanya sulit untuk diwujudkan. Apalagi kalau itu adalah sebuah program pengentasan kemiskinan. Karena dalam kaca mata birokrat, ‘kemiskinan' erat kaitannya dengan ketidakberdayaan - ketidakmandirian - kebodohan - ketidakmampuan. Beberapa kosa kata, yang memiliki kesamaan arti, menunjukkan SDM miskin dan bodoh. Untuk menanganinya, ya berikanlah uang. Sehingga pendekatannya adalah berbagai program yang intinya memberikan uang, seperti BLT, P2KP, KUT dll. Tanpa ada pengarahan bagaimana memproduktifkan uang tersebut. Hasil akhirnya adalah uangnya habis dan mereka tetap miskin.
Adakah program pengentasan kemiskinan yang hasilnya adalah SDM yang berdaya dan sifatnya permanen?
Jawabannya,"Ada!"
Pendekatan dari program pengentasan kemiskinan adalah proses menciptakan lapangan kerja permanen di wilayah tersebut, berbasis sumber daya alam (SDA) dan sumber daya manusia (SDM). Dimana program tersebut didesain menjadi sebuah "Corporate" atau perusahaan, yang menyediakan lapangan kerja mulai dari hulu sampai hilir bagi masyarakat miskin tersebut, sesuai dengan tingkat pendidikan dan keterampilannya. Program tersebut haruslah bersifat padat karya, namun bukanlah program tanpa hasil, dibatasi waktu/insidental dan tanpa arah.
Misalnya Program Pertanian Terpadu Sapi Potong dan Umbi-umbian dalam sebuah kawasan lahan kering. Maka pertama-tama kita akan membuat alur produksinya (lihat Gambar 1)

 

 

 

 

 

 

 

 

Gb1. Alur Kegiatan Produksi
Program Pertanian Terpadu Sapi Potong dan Singkong

Selanjutnya kita akan mulai menghitung ada berapa fokus kegiatan usaha dan berapa KK yang bisa terlibat pada masing-masing kegiatan usaha tersebut (Lihat Tabel 1). Sehingga pada akhirnya akan sampai pada berapa anggaran yang dibutuhkan untuk mendanai program tersebut.

Tabel 1 Hubungan Kegiatan Usaha, Volume dan Jumlah KK yang Terlibat Dalam Program Pertanian Terpadu Sapi Potong dan Ubi Kayu

No Kegiatan Usaha Volume Jumlah KK Anggaran
1 Penanaman Singkong 10 Ha                        40 KK           20.000.000
2 Peternakan Sapi Potong  40 ekor                 10 KK          200.000.000
3 Industri Tapioka, Rasi dan Tp. Rasi 2 unit       6 KK           30.000.000
4 Home Industri Makanan Olahan 5 unit          10 KK           50.000.000
5 Pupuk Organik 4 unit                                    8 KK           60.000.000
6 Peternakan Lele dan Cacing 10 unit              10 KK           10.000.000
7 Pemasaran 4 unit                                       40 KK           40.000.000
Jumlah KK yang terlibat                                124 KK         410.000.000


Berdasarkan tabel 1, maka dari satu program model seperti di atas, bisa memberikan lapangan kerja kepada 124 KK. Selanjutnya dalam implementasinya, kita harus membuat suatu tim manajemen yang terdiri dari 2 - 3 sarjana yang memiliki kompetensi di bidangnya. Tim ini berfungsi sebagai pendamping dalam pelaksanaan program tersebut sekaligus bertindak sebagai pengelolanya. Sehingga model program tersebut akan tumbuh menjadi sebuah "corporate farming" yang semakin lama semakin membesar dan meluas cakupan wilayahnya. Sehingga tidak hanya 124 KK yang akan terlibat, tetapi mungkin bisa 5 - 10 kali lipat KK yang akan terlibat. Dan ini bukan lagi menjadi sebuah program yang dibatasi waktu seperti pendekatan proyek pada umumnya. Namun akan menjadi lapangan kerja permanen, yang secara langsung memberikan peningkatan kesejahteraan bagi masyarakat di wilayah tersebut.
Model program pengentasan kemiskinan seperti ini akan memiliki banyak sisi benefit sekaligus. Bila kita urai, maka ada beberapa keuntungan yang merupakan dampak positifnya, yaitu :
1. Memberikan lapangan kerja permanen bagi rumah tangga miskin di wilayah tersebut
2. Memberikan lapangan kerja permanen bagi tenaga terdidik (sarjana fresh graduated)
3. Menghasilkan komoditi unggulan yang memiliki nilai tambah ekonomis yang cukup tinggi
4. Meningkatkan produktivitas lahan kering
5. Meningkatkan Pendapatan Asli Daerah
6. Dana program bisa bergulir, karena program dikelola dalam bentuk sebuah perusahaan. Sehingga pengembalian modal awalnya bisa dijadwalkan dengan baik.

Model Implementasi Program

Dalam satu kecamatan, Pemerintah cukup meng-anggarkan satu model saja dengan dana sekitar Rp 500.000.000,- (lima ratus juta rupiah). Setiap tiga tahun diharapkan dana tersebut bisa digulirkan dan membentuk model corporate yang baru lagi di kawasan desa lain dalam kecamatan yang sama. Maka dengan dana 5 trilyun rupiah, akan bisa dibuat sekitar 10.000 model program pengentasan kemiskinan yang tersebar di 10.000 kecamatan di seluruh pelosok negeri ini. Tentu model program pengentasan kemiskinan yang permanen ini, akan menumbuhkan lapangan kerja baru bagi 1.000.000 rumah tangga miskin setiap tahunnya. Bila tiap KK memiliki 4 anggota keluarga, maka ada 4.000.000 orang yang mampu terentaskan dari kemiskinan. Disamping itu, sebuah model program juga akan memberikan lapangan kerja bagi 2 - 3 orang tenaga terdidik. Berarti untuk 10.000 model, akan tersedia sedikitnya 20.000 lapangan kerja bagi para sarjana pertanian/peternakan yang baru lulus. Tenaga pendamping lapangan, yang kita sebut sebagai tim manajemen wilayah ini merupakan kunci keberhasilan dari implementasi program pengentasan kemiskinan di satu wilayah.
Nah, model-model program pengentasan kemiskinan seperti inilah yang sedang didesain oleh LP3U NUR AL-ILMI. Kami mendesain program pengentasan kemiskinan sesuai dengan potensi sumber daya alam yang dimiliki oleh wilayah tersebut.
Jika wilayah tersebut terletak di dataran tinggi, maka sapi potongnya bisa diubah menjadi ternak sapi perah. Sedangkan tanaman kombinasinya diubah menjadi sayuran dataran tinggi seperti kubis, wortel, kentang, jagung manis dll. Industri kecil yang ditumbuhkan adalah industri pengolah hasil pertanian serta pengolah susu dengan teknologi yang dikuasai oleh masyarakat setempat, seperti dodol susu, permen susu ataupun kerupuk susu.
Melihat paparan di atas, seolah-olah mudah saja mendesain dan mengimplementasikan model program kemiskinan seperti ini. Padahal untuk dibutuhkan niat baik dan kesungguhan dari berbagai pihak. Mari kita mencobanya....

*) Artikel ini telah dimuat di Harian Sinar Pagi News Edisi Jawa Barat tanggal 13 Juni 2007

 

Sat, 26 Mar 2011 @06:08


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Kode Rahasia
Masukkan hasil penjumlahan dari 5+7+0

Bikin Website, Daftarkan Nama Gratis!!

Cek Nama Domain ?

Menu Utama
Artikel Terbaru
Arsip
SLINK
Kontak Kami

Jika minat berinvestasi, berwakaf dan membuat website murah

Silahkan kontak kami

Ir. Setyorini Pradiyati

HP 085280316054/WA 085520966077

 

Email

rinimanik2008@gmail.com

 

Sekretariat

Yayasan Wakaf Ishlahul Ummah Bandung

Jl. Raya Pacet Km.07 No.38, Maruyung 01/01, Ds. Maruyung, Kec. Pacet, Kab. Bandung, Jawa Barat

 

Alamat Peternakan Sapi Potong

Kp. Cibulakan, Ds. Mekarsari, Kec. Pacet, Kab. Bandung, Jawa Barat

BUKU DAHSYAT

Hanya @ Rp 40.000.Minat membeli?

hub Rini 085280316054

UTAMAKAN WAKTU

Kajian Radio Dakwah Klik Disini!
Kajian.Net
Tanggal


DOWNLOAD GRATIS KAJIAN ISLAM

 

 

 

http://duniapustaka.com

http://www.ilmoe.com

http://dzikra.com

Tips Software Download

Free Download Software

Kegiatan Pembelajaran Untuk Anak Pra-Sekolah

 

http://www.tk-alam-alif.blogspot.com

PENGUNJUNG NEGARA MANA?
NASEHAT 2

Nasehat Sufyan Ats-Tsauri

Orang yang disebut paling berakal dan cerdas adalah orang yang dengan takdir Allah melakukan dosa, lalu dosa itu selalu ia letakkan di pelupuk matanya. Sehingga ia senantiasa menangis karenanya. Ini akan mendorong dirinya menuju surga...


Dan orang yang paling bodoh adalah orang yang tertipu oleh amal-amalnya.., ia selalu meletakkannya di depan matanya. Sehingga itu akan mengantarkannya menuju neraka..

 

Rekening Bank

Minat :

1. Investor Penggemukkan Sapi

2. Beli Sapi Kurban Sehat & Murah

3. Beli Produk Herbal

Hubungi : Setyorini  085280316054/wa 085520966077

               rinimanik2008@gmail.com


No.rek. 4291-01-005443-53-9

an. SETYORINI PRADIYATI

BRI Unit Maruyung Majalaya

 

 

Minat Berwakaf Tunai untuk Pembebasan Lahan, Sarana Pendidikan dan Modal Usaha Wakaf Produktif Salurkan ke : 

0061846204100 an YYS WAKAF ISHLAHUL UMMAH BANDUNG

BJB Kantor Kas Pacet

MOHON DOA & DUKUNGAN

Pesantren Gratis Bagi Fakir Miskin

Mohon do'anya, kami berazzam ingin mendirikan Pesantren Al-Qur'an Gratis bagi masyarakat miskin.

Alhamdulillah, saat ini telah dirintis pendidikan gratisnya, selanjutnya akan didampingi  Pesantren Tahfidz Qur'an bagi para siswanya.

Upaya membangun ketaatan masyarakat miskin di perdesaan -- kerap terabaikan--. Mereka memang memerlukan fasilitas pendidikan yang bisa diakses bagi anak-anaknya, tanpa khawatir dg besarnya biaya pendidikan.

Semoga ini adalah bagian dari rencanaNya....

Mudah2n kita semua dipilihNya menjadi jalan untuk mewujudkan rencanaNya.....insya Alloh.

Dukunglah kami dengan berwakaf dan beramal jahriyah.

JUAL ANEKA PRODUK

KAPSUL SPIRULINA

HET Rp 40.000,-/botol

kemasan 50 kapsul/botol, dengan dosis 500 mg/kapsul

Pembelian Kapsul Sprirulina Curah, minimal 2.000 kapsul  


KAPSUL CACING

HET Rp 50.000,-/botol

kemasan 50 kapsul/botol, dg dosis 500 mg/kapsul

Pembelian kapsul cacing curah, minimal 2000 kapsul

 

Terbuat dari 100% Bahan Alami. Jika minat menjadi Agen, silahkan hub Ibu Rini 085280316054. Minimal pembelian 24 botol. Diberikan harga grosir

Pengunjung

Facebook
Dunia Yang Fana

Copyright 2018 Rini PerBAIKan Ummat All Rights Reserved