Menumbuhkan Keberagaman Pangan Non-Beras Di Indonesia

 

 

Judul Buku          : Melawan Kelaparan dan Kemiskinan Abad 21
Penulis               : Dr. Ir. Kaman Nainggolan, MS
Jumlah Halaman  : 41 halaman
Penerbit              : Departemen Pertanian
Cetakan              : 1/2006


Kaman Nainggolan, penulis buku ini adalah seorang birokrat -Kepala Badan Ketahanan Pangan Departemen Pertanian--. Pak Kaman, demikian ia disapa. Beliau peduli dengan kondisi masyarakat berbagai daerah di Indonesia. Ia pun juga tidak meremehkan masyarakat yang makanan pokoknya tiwul atau pun sagu. Bahkan ia menghargai hal itu sebagai potensi pangan lokal non-beras, yang perlu tetap dipertahankan.
Buku "Melawan Kelaparan dan Kemiskinan Abad 21" ini sebenarnya merupakan kumpulan tulisan-tulisannya baik di berbagai seminar ataupun media cetak.
Misalnya pada halaman 21 - 24, bertema "Kita Masih Makan Tiwul?". Tulisan ini merupakan tanggapan terhadap tajuk rencana di Harian Suara Pembaharuan 16 Agustus 2006. Dimana tulisan tersebut, menurutnya terkesan meremehkan masyarakat yang masih mengkonsumsi tiwul. Sang penulis tajuk tersebut menggambarkan bahwa (1) tiwul bukan makanan yang layak dikonsumsi, (2) tiwul makanan orang miskin, (3) tiwul makanan yang dikonsumsi karena terpaksa akibat persediaan beras habis.
Menurut Kaman, pandangan steriotipe tersebut justru memperlemah ketahanan pangan kita dan menghambat program diversifikasi pangan. Masyarakat merasa malu bila tidak makan nasi (beras), malu makan singkong, ubi dll. Padahal banyak potensi sumber karbohidrat non-beras di negeri ini yang layak dikonsumsi.
Menurutnya, kekeliruan yang mendasar dalam ketahanan pangan kita adalah persepsi masyarakat, bahwa pangan itu identik dengan beras. Padahal di beberapa daerah, sejak dahulu telah tumbuh budaya lokal untuk mengkonsumsi pangan non-beras. Budaya tersebut terbentuk berdasarkan keyakinan, tata nilai dan prilaku masyarakat.
Digambarkannya bagaimana seluruh masyarakat Cirendeu di Cimahi, Jawa Barat -mereka penganut ajaran "Penghayat"-masih mempertahankan pola konsumsi nenek moyangnya. Makanan pokok mereka adalah limbah aci atau ampas singkong yang kerap dinamakan dengan onggok.
Pada tulisan lainnya yang berjudul "Melawan Kemiskinan dan Kelaparan Abad 21", ia memaparkan mengenai kebijakan yang berkeadilan, haruslah didasarkan pada 9 pilar. Yaitu : Pertama, pemberdayaan masyarakat miskin perdesaan dan penguatan organisasinya. Kebijakan ini akan mendorong upaya pembangunan kapasitas baik individu maupun kolektif. Untuk memperoleh akses terhadap berbagai kesempatan ekonomi, pelayanan sosial dan infrastruktur. Kedua, akses terhadap sumberdaya dan teknologi. Salah satu penyebab kemiskinan adalah terbatasnya akses sumber daya alam seperti lahan, air, hutan dll. Ketiga, melestarikan teknologi dan budaya lokal. Terutama teknologi tepat guna yang ditemukan oleh petani kita sangat banyak dan harus disebarluaskan. Keempat, pentingnya pendidikan masyarakat desa dan ketahanan pangan. Kelima, akses modal dan pasar. Keenam, stimulus fiskal guna meningkatkan pertumbuhan pertanian kita. Ketujuh, kebijakan industri difokuskan ke agroindustri perdesaan untuk mendekatkan industri ke sentra produksi. Upaya ini akan menciptakan one million job a year di perdesaan. Kedelapan, kebijakan perdagangan yang memberikan insentif bea masuk yang adil. Guna melindungi petani kita dari produk impor pertanian dari luar yang lebih murah. Kesembilan, perguruan tinggi sebagai sumber ilmu pengetahuan dan teknologi harus berubah. Institusi ini harus berupaya memberi kontribusi yang nyata bagi pembangunan pertanian di Indonesia.
Diakhir tulisannya, Kaman menutup buku ini dengan menyitir beberapa orang pemikir dari berbagai negara seperti Fritop Capra (Fisikawan Amerika), Vimalakirti (Filosuf India), Zhang Zai (Pemikir Cina) dan Mpu Tantular (Ilmuwan jaman Majapahit). Bahkan ia pun menyitir nasihat Imam Syafi'i.
Buku ini layak dibaca oleh para pemegang kebijakan di bidang pangan dan aparatnya. Agar ide-ide Kaman, bisa dijabarkan dalam bentuk upaya-upaya nyata di masyarakat, khususnya di perdesaan. (Rini Soeparto)

 

Fri, 25 Mar 2011 @15:40

Bikin Website, Daftarkan Nama Gratis!!

Cek Nama Domain ?

Menu Utama
Artikel Terbaru
Arsip
SLINK
Kontak Kami

Jika minat berinvestasi, berwakaf dan membuat website murah

Silahkan kontak kami

Ir. Setyorini Pradiyati

HP 085280316054/WA 085520966077

 

Email

rinimanik2008@gmail.com

 

Sekretariat

Yayasan Wakaf Ishlahul Ummah Bandung

Jl. Raya Pacet Km.07 No.38, Maruyung 01/01, Ds. Maruyung, Kec. Pacet, Kab. Bandung, Jawa Barat

 

Alamat Peternakan Sapi Potong

Kp. Cibulakan, Ds. Mekarsari, Kec. Pacet, Kab. Bandung, Jawa Barat

BUKU DAHSYAT

Hanya @ Rp 40.000.Minat membeli?

hub Rini 085280316054

UTAMAKAN WAKTU

Kajian Radio Dakwah Klik Disini!
Kajian.Net
Tanggal


DOWNLOAD GRATIS KAJIAN ISLAM

 

 

 

http://duniapustaka.com

http://www.ilmoe.com

http://dzikra.com

Tips Software Download

Free Download Software

Kegiatan Pembelajaran Untuk Anak Pra-Sekolah

 

http://www.tk-alam-alif.blogspot.com

PENGUNJUNG NEGARA MANA?
NASEHAT 2

Nasehat Sufyan Ats-Tsauri

Orang yang disebut paling berakal dan cerdas adalah orang yang dengan takdir Allah melakukan dosa, lalu dosa itu selalu ia letakkan di pelupuk matanya. Sehingga ia senantiasa menangis karenanya. Ini akan mendorong dirinya menuju surga...


Dan orang yang paling bodoh adalah orang yang tertipu oleh amal-amalnya.., ia selalu meletakkannya di depan matanya. Sehingga itu akan mengantarkannya menuju neraka..

 

Rekening Bank

Minat :

1. Investor Penggemukkan Sapi

2. Beli Sapi Kurban Sehat & Murah

3. Beli Produk Herbal

Hubungi : Setyorini  085280316054/wa 085520966077

               rinimanik2008@gmail.com


No.rek. 4291-01-005443-53-9

an. SETYORINI PRADIYATI

BRI Unit Maruyung Majalaya

 

 

Minat Berwakaf Tunai untuk Pembebasan Lahan, Sarana Pendidikan dan Modal Usaha Wakaf Produktif Salurkan ke : 

0061846204100 an YYS WAKAF ISHLAHUL UMMAH BANDUNG

BJB Kantor Kas Pacet

MOHON DOA & DUKUNGAN

Pesantren Gratis Bagi Fakir Miskin

Mohon do'anya, kami berazzam ingin mendirikan Pesantren Al-Qur'an Gratis bagi masyarakat miskin.

Alhamdulillah, saat ini telah dirintis pendidikan gratisnya, selanjutnya akan didampingi  Pesantren Tahfidz Qur'an bagi para siswanya.

Upaya membangun ketaatan masyarakat miskin di perdesaan -- kerap terabaikan--. Mereka memang memerlukan fasilitas pendidikan yang bisa diakses bagi anak-anaknya, tanpa khawatir dg besarnya biaya pendidikan.

Semoga ini adalah bagian dari rencanaNya....

Mudah2n kita semua dipilihNya menjadi jalan untuk mewujudkan rencanaNya.....insya Alloh.

Dukunglah kami dengan berwakaf dan beramal jahriyah.

JUAL ANEKA PRODUK

KAPSUL SPIRULINA

HET Rp 40.000,-/botol

kemasan 50 kapsul/botol, dengan dosis 500 mg/kapsul

Pembelian Kapsul Sprirulina Curah, minimal 2.000 kapsul  


KAPSUL CACING

HET Rp 50.000,-/botol

kemasan 50 kapsul/botol, dg dosis 500 mg/kapsul

Pembelian kapsul cacing curah, minimal 2000 kapsul

 

Terbuat dari 100% Bahan Alami. Jika minat menjadi Agen, silahkan hub Ibu Rini 085280316054. Minimal pembelian 24 botol. Diberikan harga grosir

Pengunjung

Facebook
Dunia Yang Fana

Copyright 2018 Rini PerBAIKan Ummat All Rights Reserved